Tegas & Berani Ungkap Fakta
Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Sugino Kembali Bertarung di Pilkades Laban, Usung Visi Desa Maju dan Mandiri

Mantan Kepala Desa Laban periode 2012–2018 Sugino kembali maju dalam Pilkades 2026. Didukung ratusan simpatisan, Gino membawa program tata kelola pemerintahan, infrastruktur pertanian, pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi aset desa.

Suasana pendaftaran Pilkades Laban 2026 diwarnai kehadiran puluhan pendukung dengan atribut kampanye Sugino.
Suasana pendaftaran Pilkades Laban 2026 diwarnai kehadiran puluhan pendukung dengan atribut kampanye Sugino.

REALITANEWS.OR.ID, SUKOHARJO – Persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mulai menghangat. Sugino, A.Md., yang akrab disapa Gino, kembali mendaftarkan diri sebagai calon kepala Desa Laban dengan membawa visi menjadikan desa tersebut lebih maju dan mandiri.

Sugino menyerahkan berkas pencalonannya kepada Panitia Pilkades Laban yang diketuai Agus Nugroho pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kedatangan Gino ke lokasi pendaftaran berlangsung cukup mencolok. Ia didampingi ketua tim pemenangan serta massa pendukung yang disebut mencapai ratusan orang.

Pilkades Laban menjadi bagian dari Pilkades serentak Kabupaten Sukoharjo 2026 yang digelar di 126 desa, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 10 Desember 2026. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebelumnya telah menyampaikan bahwa seluruh tahapan Pilkades serentak telah disiapkan, termasuk pendaftaran bakal calon, penelitian administrasi hingga penetapan calon.

Bukan Pendatang Baru di Pemerintahan Desa

Kembalinya Sugino dalam arena Pilkades Laban bukan tanpa modal pengalaman.

Pria kelahiran Sukoharjo, 12 Oktober 1972, tersebut tercatat pernah mengemban amanah sebagai Kepala Dusun atau Kebayan 6 selama 11 tahun. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kepala Desa Laban dan memimpin desa tersebut selama satu periode pada 2012–2018.

Data sejarah pemerintahan Desa Laban yang dipublikasikan melalui laman sejarah desa juga mencatat nama Sugino, A.Md. sebagai kepala desa periode 2013–2018.

Kini, setelah beberapa tahun meninggalkan jabatan kepala desa, Gino kembali maju untuk merebut kepercayaan masyarakat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Gino menyatakan optimistis menghadapi kontestasi Pilkades Laban. Bahkan, ia memasang target cukup tinggi, yakni meraih sekitar 70 persen suara pemilih.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Pilkades bukan hanya soal popularitas calon, melainkan juga kemampuan membangun kepercayaan masyarakat hingga hari pencoblosan.

“Siap memenangkan Pilkades Laban dengan target 70 persen perolehan suara,” demikian pernyataan Gino sebagaimana disampaikan saat dikonfirmasi wartawan.

BACA JUGA :   PGM Kerahkan Anggota Bantu Penanganan Banjir di Desa Hulawa

Gino juga meyakini dukungan terhadap dirinya semakin kuat. Hal itu, menurut dia, terlihat dari masyarakat yang ikut mengantarkan proses pendaftaran.

Rombongan pendukung tersebut disebut berasal dari berbagai unsur, mulai karang taruna, tokoh masyarakat hingga tokoh agama, dengan dukungan yang diklaim tersebar dari Kebayanan 1 hingga Kebayanan 3.

Usung Visi Desa Laban Lebih Maju dan Mandiri

Dalam pencalonannya kali ini, Gino membawa visi:

“Menggali dan mengembangkan potensi desa untuk Desa Laban lebih maju dan mandiri.”

Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi utama.

Pertama, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

Kedua, memberdayakan lembaga kemasyarakatan desa agar dapat berperan lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah desa.

Ketiga, membangun komunikasi dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi maupun kelompok sosial dan keagamaan untuk bersama-sama membangun Desa Laban.

Keempat, meningkatkan infrastruktur dasar permukiman maupun infrastruktur dasar pertanian.

Kelima, meningkatkan pemeliharaan, pemanfaatan dan pengelolaan aset desa agar lebih berdaya guna.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa Gino tidak hanya menawarkan pencalonan berbasis pengalaman masa lalu. Ia juga mencoba menawarkan agenda pembangunan yang menyentuh sektor pemerintahan, kelembagaan masyarakat, infrastruktur, pertanian hingga optimalisasi aset desa.

Tata Kelola Pemerintahan Jadi Perhatian

Dalam sektor pemerintahan desa, Gino menekankan pentingnya aparatur bekerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Ia mendorong pemberian wewenang sesuai tupoksi, penertiban hari dan jam kerja sesuai ketentuan, peningkatan peran aparatur dalam kegiatan kemasyarakatan serta pemahaman terhadap berbagai regulasi yang berlaku.

Menurut konsep program yang dibawanya, aparatur desa tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga diharapkan lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat.

Sementara pada sektor kelembagaan, Gino ingin mendorong lembaga kemasyarakatan desa menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal.

BACA JUGA :   Pesan Tegas Atal S. Depari : Satu Berita Tak Terverifikasi Bisa Hancurkan Nama Baik Wartawan Seumur Hidup

Lembaga tersebut juga diharapkan lebih terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta menjadi penggerak swadaya dan gotong royong di lingkungan masing-masing.

Infrastruktur Pertanian dan Jalan Jadi Prioritas

Salah satu bagian yang cukup menonjol dari program Gino adalah pembangunan infrastruktur.

Ia memasukkan revitalisasi dan rehabilitasi jaringan usaha tani (JUT) serta jaringan irigasi tani (JIT) dalam agenda yang ditawarkan kepada masyarakat.

Selain itu, rehabilitasi jalan desa dan jalan lingkungan juga menjadi perhatian. Pemeliharaan serta perawatan jalan dan bahu jalan desa turut masuk dalam program tersebut.

Program infrastruktur pertanian menjadi relevan karena pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan fasilitas permukiman, tetapi juga konektivitas dan produktivitas masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Apalagi Desa Laban pernah menghadapi persoalan infrastruktur lingkungan berupa longsor tanggul Kali Samin. Pada Februari 2026, tanggul di wilayah Desa Laban dilaporkan longsor sepanjang sekitar 50 meter dan mendapat peninjauan dari pemerintah kecamatan serta instansi terkait.

Aset Desa Juga Masuk Bidikan Program

Gino juga menyoroti pengelolaan aset desa.

Dalam program yang disampaikan, ia ingin memaksimalkan pemanfaatan dan pengelolaan lapangan desa, gedung olahraga, TPS desa serta makam desa.

Tanah kas desa yang dinilai tidak produktif juga diarahkan untuk dapat dimanfaatkan bagi fungsi nonpertanian sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemeliharaan dan perawatan fasilitas pompa pengendali banjir turut menjadi bagian dari program yang ditawarkan.

Dengan demikian, visi “Desa Laban lebih maju dan mandiri” yang dibawa Gino tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi aset desa.

Pertarungan Menuju 10 Desember 2026

Pendaftaran Gino menjadi bagian dari dinamika politik desa menjelang pemungutan suara Pilkades Sukoharjo pada 10 Desember 2026.

BACA JUGA :   Audiensi di SPPG Kumala Bhayangkari, AMPM Dorong Kontrol Sosial MBG

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyebut Pilkades serentak tahun ini akan berlangsung di 126 desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo Rohmadi sebelumnya menjelaskan bahwa jumlah kandidat yang berhak tampil dalam Pilkades maksimal lima orang sesuai regulasi.

Pemkab Sukoharjo juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan Pilkades. Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengingatkan agar pesta demokrasi tingkat desa tidak dicederai politik uang, perjudian atau praktik lain yang mengganggu kondusivitas.

Karena itu, target 70 persen yang dipasang Gino masih harus dibuktikan melalui proses politik yang panjang. Dukungan ratusan simpatisan saat pendaftaran memang menjadi sinyal awal kekuatan sosial seorang kandidat, tetapi belum dapat dijadikan ukuran pasti hasil pemungutan suara.

Pada akhirnya, masyarakat Desa Laban yang akan menentukan siapa yang memperoleh mandat memimpin desa untuk periode berikutnya.

Bagi Gino, pencalonan kali ini merupakan kesempatan untuk kembali menawarkan pengalaman yang pernah dimilikinya sebagai kepala dusun dan kepala desa.

Sementara bagi masyarakat Laban, Pilkades 2026 menjadi momentum untuk menilai secara kritis visi, misi, rekam jejak dan program setiap kandidat.

Satu hal yang kini menjadi perhatian: mampukah Sugino Gino mengubah dukungan yang terlihat saat pendaftaran menjadi suara nyata hingga mencapai target 70 persen pada 10 Desember 2026?

Jawabannya akan ditentukan di bilik suara.(CH-86)

 

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

criptRootC1396463">