Tegas & Berani Ungkap Fakta
Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Warga Mojorejo Sukoharjo Rayakan HUT RI, Doorprize Kepala Sapi Jadi Perhatian

Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI di Mojorejo, Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, diisi jalan sehat, ratusan doorprize, pentas campursari, hingga aksi donasi untuk korban gempa NTT.

REALITANEWS.OR.ID, MOJOLABAN SUKOHARJO || Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Kampung Mojorejo, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026). Ribuan semangat kebersamaan warga terlihat dalam rangkaian kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, kepedulian sosial, serta pelestarian seni budaya.

Salah satu perhatian warga tertuju pada deretan hadiah dalam kegiatan jalan sehat. Panitia menyediakan ratusan doorprize dengan sejumlah hadiah utama, mulai dari sepeda listrik, tiga sepeda gunung, televisi Polytron, toren air, kipas angin, rice cooker, hingga berbagai hadiah lainnya.

Namun, ada satu hadiah yang menjadi daya tarik tersendiri. Panitia menyediakan satu kepala sapi utuh sebagai doorprize. Keberadaan hadiah tersebut membuat suasana kegiatan semakin meriah dan menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian peserta.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi. Sekitar pukul 07.30 WIB, warga Mojorejo RT 03 dan RT 04 mengikuti jalan sehat yang menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer. Pesertanya tidak hanya anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga warga lanjut usia yang tampak antusias mengikuti kegiatan.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat bagaimana perayaan kemerdekaan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Jalan sehat menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan kampung.

Setelah jalan sehat, kemeriahan berlanjut dengan berbagai kegiatan hiburan. Puncak acara diisi pentas seni campursari Ringkes Exsotis dari Mojorejo yang dipimpin Purwanto. Musik campursari menjadi salah satu sajian utama yang menghibur warga sekaligus memberikan ruang bagi kesenian lokal untuk tampil di tengah masyarakat.

BACA JUGA :   Prabowo Serahkan 3 Sapi Super ke Pesantren dan Masjid Agung Demak Sambut Idul Adha 1446 H

Kegiatan tersebut digelar oleh panitia yang tergabung dalam wadah Karang Taruna Kusuma Wira Bakti. Para pemuda bersama warga mengambil peran dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan sehingga perayaan HUT Kemerdekaan RI dapat berlangsung meriah dan melibatkan berbagai kelompok usia.

Tak Sekadar Hiburan, Warga Diajak Peduli Korban Gempa NTT

Di tengah suasana perayaan, panitia juga menyelipkan pesan kemanusiaan. Para peserta jalan sehat diajak untuk berdonasi bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah tersebut membuat kegiatan peringatan kemerdekaan memiliki dimensi sosial yang lebih luas. Kegembiraan warga tidak hanya berhenti pada hiburan dan pembagian hadiah, tetapi juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Ajakan berdonasi menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia kembali ditunjukkan melalui kegiatan tersebut.

Selain kegiatan utama pada Minggu (30/8/2026), warga Mojorejo sebelumnya juga telah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Pada malam tirakatan 16 Agustus 2026, masyarakat menggelar pentas seni sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Berbagai lomba juga dilaksanakan, khususnya untuk anak-anak dan ibu-ibu PKK.

Dengan demikian, rangkaian perayaan tidak hanya terpusat pada satu hari. Sejumlah kegiatan digelar secara bertahap untuk memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Kepala Desa Tekankan Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Laban, Sugianto, turut memberikan sambutan kepada warga.

Sugianto menekankan pentingnya generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya momentum untuk menggelar hiburan dan perlombaan. Di balik kemeriahan tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan bangsa yang harus terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA :   Ketum PPWI Kunjungi Lapas Nusakambangan, DPD Jateng Beri Pendampingan

Sugianto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang tetap menunjukkan semangat dalam memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Semangat warga dalam mengikuti jalan sehat, menghadiri pentas seni, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, hingga mendukung kegiatan sosial menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat di tingkat kampung.

Secara administratif, Desa Laban memang berada di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Wilayah Mojorejo juga tercatat sebagai salah satu bagian wilayah Dusun II Desa Laban.

Kebersamaan Menjadi Kekuatan Utama

Bagi warga Mojorejo, perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan hadiah atau seberapa meriah panggung hiburan digelar. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan warga dalam suasana penuh kebersamaan.

Anak-anak dapat mengikuti lomba dan jalan sehat. Orang dewasa ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampung. Warga lanjut usia pun tidak mau ketinggalan ambil bagian dalam jalan sehat. Sementara itu, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kusuma Wira Bakti menjadi bagian penting dalam menggerakkan kegiatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis masyarakat masih mampu menjadi perekat sosial. Perbedaan usia dan kesibukan sehari-hari seakan dikesampingkan untuk satu tujuan: merayakan kemerdekaan bersama.

Pentas campursari juga menjadi sarana untuk mempertahankan ruang bagi kesenian lokal. Di tengah perkembangan hiburan digital, pertunjukan seni secara langsung tetap memiliki daya tarik tersendiri karena mampu mempertemukan masyarakat dalam satu ruang.

BACA JUGA :   APBD 2025 Diwarnai Hibah Kontroversial Untuk Kejaksaan Negeri Demak

Panitia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Mojorejo dan para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan sukses.

Ucapan terima kasih tersebut sekaligus menegaskan semangat yang menjadi dasar kegiatan tahun ini: dari warga, kembali untuk warga.

Semangat itu terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Warga bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari kegiatan. Para pemuda bergerak melalui organisasi kepemudaan, warga memberikan dukungan, para donatur membantu menyediakan hadiah, sementara masyarakat secara bersama-sama menikmati rangkaian perayaan.

Pada akhirnya, kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di Mojorejo bukan hanya diukur dari meriahnya panggung campursari atau banyaknya doorprize yang disediakan. Lebih dari itu, perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam bentuk gotong royong, kepedulian sosial, olahraga bersama, pelestarian seni, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Dan di antara ratusan hadiah yang dibagikan, doorprize satu kepala sapi utuh menjadi salah satu cerita unik yang membuat perayaan HUT RI di Mojorejo tahun ini berbeda dan membekas bagi warga.

( Red )

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

criptRootC1396463">