Investasi Jangka Menengah untuk Menekan Pengangguran
Kusumo mengakui bahwa pembangunan BLK dan pelatihan keterampilan merupakan investasi jangka menengah. Artinya, dampaknya baru bisa dirasakan setelah beberapa waktu. Namun, ia optimistis bahwa program ini dapat mengurangi angka pengangguran secara signifikan.
“Saya juga melihat teman-teman yang telah lulus nanti bisa menularkan keahliannya kepada keluarga, saudara, tetangga, dan teman-temannya. Sehingga ini satu program yang sangat baik di tengah fenomena meningkatnya pengangguran terbuka,” jelasnya.
Data Pengangguran Kota Solo 2024
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Disnaker Kota Solo, Widyastuti Pratiwiningsih, mengungkapkan bahwa faktor utama kenaikan ini adalah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) serta tutupnya sejumlah perusahaan tekstil.
“Hasil Sakernas [Survei Angkatan Kerja Nasional BPS] Agustus, TPT naik menjadi 4,60 persen atau naik 0,03 persen dari tahun sebelumnya di periode sama. Tidak bisa dimungkiri jumlah PHK yang cukup banyak hingga adanya pabrik garmen atau tekstil menjadi penyebabnya,” ujar Widyastuti.
Meski mengalami kenaikan, dalam tiga tahun terakhir TPT Solo sebenarnya menunjukkan tren penurunan, dari 7,85% pada 2021 menjadi 5,8% pada 2022, lalu turun lagi menjadi 4,58% pada 2023. Namun, kenaikan 0,03% pada 2024 setara dengan tambahan sekitar 88 orang pengangguran, dengan total angka pengangguran di Kota Solo mencapai sekitar 13.000 jiwa.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan usulan pembangunan BLK dan pemberian modal usaha, diharapkan angka pengangguran di Solo dapat ditekan secara signifikan. Jika program ini berjalan efektif, para lulusan BLK tidak hanya bisa mandiri tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. [KDM*]
#Solo #Pengangguran #BLK #PelatihanKerja #LapanganKerja #Wirausaha #BRMKusumoPutro











