REALITANEWS.OR.ID, KUDUS || Ada inisiatif baru di bidang pendidikan nasional. Mulai bulan April mendatang, Kementerian Pendidikan akan secara resmi meluncurkan program Tes Kompetensi Akademik (TKA). Program ini menggunakan susunan soal yang berkualitas tinggi: 70 persen soal berasal dari pusat dan 30 persen sisanya dibuat oleh pemerintah kabupaten.
Di tengah kegiatan persiapan kelulusan yang sibuk, SMP 2 Mejobo yang terletak di Desa Brayung menyatakan siap mendukung program ini secara penuh. Sebagai sekolah yang menjadi harapan masyarakat di wilayah Mejobo, langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membuka banyak peluang bagi para siswa.
Meskipun secara aturan TKA bersifat opsional dan lebih ditekankan untuk siswa yang ingin masuk ke sekolah favorit melalui jalur prestasi, SMP 2 Mejobo menyebut ini sebagai kesempatan yang sangat baik. Kepala SMP 2 Mejobo, Abu Sofyan, S.Pd., M.Pd., memberikan pandangan yang bijak dan realistis.
“Kami mendukung sepenuhnya setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas daya saing siswa.” “TKA ini adalah alat yang tepat bagi anak-anak kami yang ingin menunjukkan kemampuannya dalam jalur prestasi,” kata beliau saat ditemui di lingkungan sekolah.
Menariknya, Pak Abu Sofyan juga memberikan catatan kritis yang konstruktif mengenai kondisi geografis sekolah. Wilayah Brayung memang di sekelilingnya ada sekolah swasta besar seperti SMK PGRI, SMK Ma’arif, sampai SMK Wisuda Karya. Selain itu, ada tantangan lain dalam zonasi sekolah menengah atas negeri yang sering kali tidak mencakup beberapa lokasi di wilayah itu.
Banyak siswa mulai mempertimbangkan sekolah swasta yang berkualitas sebelum pengumuman hasil kelulusan, sehingga menjadi hambatan tersendiri bagi keberhasilan program TKA secara keseluruhan. Namun bagi SMP 2 Mejobo, hal ini justru menjadi semangat baru.
“Memang di lapangan banyak siswa kami yang sudah mulai memilih sekolah swasta di sekitar Mejobo.” Namun, sebagai sebuah lembaga pendidikan, tugas kami adalah memastikan orang-orang yang memiliki ambisi untuk menerobos prestasi tetap mendapatkan ruang dan dukungan penuh melalui program TKA ini,” tambah pak Abu Sofyan.
Dukungan SMP 2 Mejobo terhadap program menteri ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya mengajar, tetapi juga mengawasi dan membimbing masa depan para siswanya. Dengan soal-soal yang utamanya berasal dari pusat, para siswa dihadapkan pada tantangan untuk mencapai standar kompetensi nasional.
Langkah yang diambil oleh SMP 2 Mejobo ini layak mendapatkan apresiasi. Di tengah banyaknya sekolah kejuruan swasta, mereka tetap berdiri tegak, memastikan setiap siswa
—baik yang ingin melanjutkan ke sekolah swasta maupun yang ingin masuk ke SMA favorit.
—memiliki kemampuan yang diakui secara resmi oleh pemerintah.
( Red )




